Archive for April, 2009

I’m a bad blogger, but I have good news!

Thursday, April 30th, 2009

I kinda suck at this blogging thing, but I’m hoping that once I get into a regular habit of blogging, it’ll be more of a, well, regular thing! So, sorry for my absence, not that it really matters, yet.

On to the Nursing School info:

A few weeks ago I got really sick. I had a major strep throat infection and a high fever. I was put on antibiotics, but then my infection flared up again, so I was put on a different antibiotic. On top of being sick, I fell way behind in most of my classes. (I’m still trying to catch back up in my Eng. class!) So, while I was sick and wishing I would just die, I received my letter from Nursing School in the mail!

The timing was awful because when I opened the letter and read, “Congratulations!” I was a little less than thrilled. All of the energy I spent stressing out on whether or not my letter would be in the mailbox each day for three week, I get my letter on one of the days I feel my absolutely worst! 

No matter, though. I got in! And that’s all that matters. I am super excited, and I am so relieved that all of my hard work last semester paid off. I also feel a sense of validation; along with my interest in all of my course work, I feel like I did make the right decision to become a nurse.

My awesome family threw me a bar-b-que to celebrate getting into nursing school! I was not expecting that at all, but I am so glad that they did that for me. I am so glad I have all of the support and love of my family as I work my way through nursing school. It means more than I can ever tell them. 

So, now it’s back to the waiting game. Sometime between now and the start of next semester I will be receiving a packet of info with all of the things I need to get done before I officially start Nursing School. I kinda wish that it would get here sooner than later so that I can get the ball rolling. I know I have to get CPR certified, I need a physical, and my immunizations updated. I’m really looking forward to orientation, my uniform (which is not white, thank goodness!), and my nursing courses. 

I hear that this first year of our nursing program is especially tough. Once you enter nursing school, your life is nothing but nursing school. I’m looking forward to the challenge, but I hope it’s not too difficult. I’m actually thinking about studying for A&P II a bit this summer so that I have a head start on all of that. (This is mainly because I am so incredibly close to an A in A&P I, but I really don’t think I’m going to be able to pull it off, unfortunately. If I study for A&P II over the summer, I’m hoping to secure an A!)

Mmmm, swiny

Thursday, April 30th, 2009

Oh, that was the bacon.

This whole swine flu panic is making me laugh.  Evidently, the local news has just reported the first confirmed cases in Oregon and are in a complete tizzy, breaking in with cue ominous music Outbreak“.  You would think it was the end of the world.  Even Google Maps is getting in on the action helping to map the cases that have now spread worldwide.

It’s more hysteria than actual sickness.  It’s the flu.  Yes, it kills, but so does pneumonia, alcohol, red meat and driving.  Yes, it’s communicable, but so is syphilis, the common cold and hepatitis.  So let’s all be smart, stop freaking out, wash our hands and cover our mouths when we cough.  And for fucks sake, stay home from work if you’re sick.

So sit back, eat some bacon, drink a cold, frosty adult beverage and watch the world fall apart around us.

back to work

Thursday, April 30th, 2009

return to work today after a week off work.

was allocated to nurse specialling a patient who is critically unwell.

hourly vital signs observation and urine output monitoring. IV fluids + antibiotics.

The hours gone by quickly…

Thank God her condition has been stable throughout the afternoon/night.

+++

HAPPY BLESSED BIRTHDAY, JEZ! :)

img_3354

+++

Met up with a long-time-no-see friend, a fellow nurse who works in QEH.

i think the last time we saw each other was during graduation December last year! =P

i guess the excuse is that we both have busy schedules, as shift workers.

but, finally…we catch up with each other this morning. :)

it’s nice to catch up again, Shal.

hope you get well soon!!!

+++

made ‘apple-sultana’ muffins this morning. first time trying the recipe from woolies website.

http://www.woolworths.com.au/FoodIdeas/RecipeFinder/Index.asp?RecipeId=317&hidebuttons=true

img_3356

Ingredients
80g butter
2/3 cup apple juice
1 egg, lightly beaten
2 cups plain flour
1 tbs baking powder
½ tsp cinnamon
¼ cup brown sugar
½ cup sultanas
1 fuji apple

Method

1. Preheat oven to 180°C. Line a 12 medium muffi n pan with paper cases.

2. Melt butter and cool slightly. Whisk with apple juice and egg and set aside.

3. Sift flour, baking powder and cinnamon together into a large bowl. Mix in brown sugar and sultanas. Peel apple and coarsely grate into bowl. Toss to combine.

4. Add liquid ingredients all at once and mix quickly and lightly together, until just combined. Divide evenly between cases and bake for 20-25 minutes, until golden.

+++

Excited about visiting OCFers in Hobart tomorrow. =)

yay!

Q & A: Swine Influenza and You (CDC Q&A)

Thursday, April 30th, 2009
Received this from the CDC today.  Thought it might be helpful for educating patients. ~JMB Updated

Swine ‘Flu Update

Thursday, April 30th, 2009

I just contacted the Swine ‘Flu Helpline – but all I got was crackling.

MASALAH PADA SISTEM PERSARAFAN

Thursday, April 30th, 2009

System persarafan terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer. Struktur-struktur ini bertanggung jawab untuk control dan koordinasi aktivitas sel tubuh melalui impuls-impuls elektrik. Perjalanan impuls-impuls tersebut berlangsung melalui serat-serat saraf dan jaras-jaras, secara langsung dan terus-menerus. Responnya seketika sebagai hasil dari perubahan potensial elektrik yang mentransmisikan sinyal-sinyal. Masalah-masalah pada system persarafan akan dijabarkan berikut ini.

SAKIT KEPALA (SEFALGIA)
Sakit kepala adalah salah satu keluhan fisik paling utama manusia. Sakit kepala pada kenyataannya adalah gejala, bukan penyakit dan dapat menunjukkan penyakit organic (neurologic atau penyakit lain), respons stress, vasodilatasi (migren), tegangan otot rangka (sakit kepala,egang), atau kombinasi dari respons tersebut. Klasifikasi sakit kepala yang terbaru dikeluarkan oleh Headache Classification Committee of the International Headache Society sebagai berikut:
a) Migren (dengan dan tanpa aura)
b) Sakit kepala tegang
c) Sakit kepala klaster dan hemikrania paroksismal
d) Berbagai sakit kepala yang dikaitkan dengan lesi structural
e) Sakit kepala dihubungkan dengan trauma kepala
f) Sakit kepala dihubungkan dengan gangguan vascular (mis.perdarahan subarachnoid)
g) Sakit kepala dihubungkan dengan gangguan intracranial non-vaskular (mis.tumor otak)
h) Sakit kepala dihubungkan dengan penggunaan zat kimia atau gejala putus zat
i) Sakit kepala dihubungkan dengan infeksi non-sefalik
j) Sakit kepala dihubungkan dengan gangguan metabolic (hipoglikemia)
k) Sakit kepala atau nyeri wajah yang dihubungkan dengan gangguan kepala, leher atau struktur sekitar kepala (mis.glaukoma akut)
l) Neuralgia cranial (nyeri menetap berasal dari saraf cranial)

MIGREN
Migren adalah gejala kompleks yang mempunyai karakteristik pada waktu tertentu dan serangan sakit kepala berat yang berulang-ulang. Penyebabnya tidak diketahui jelas, tetapi ini disebabkan oleh gangguan vascular primer yang biasanya banyak terjadi pada wanita dan mempunyai kecenderungan yang kuat pada keluarga.
Tanda dan gejala adanya migren pada serebral merupakan hasil dari derajat iskemia kortikal yang bervariasi. Serangan yang khas dimulai dengan vasokontriksi arteri kulit kepala dan pembuluh-pembuluh darah retina dan serebral. Pembuluh-pembuluh darah ekstrakranial dan intracranial mengalami dilatasi, yang menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan. Penelitian menyatakan bahwa dilatasi arteri menyebabkan nyeri disekitarnya dan dilatasi arteri, dimana hal ini bertujuan mengaktifkan zat-zat yang ada pada pembuluh darah (histamine, serotonin, plasmokinin) yang berperan dalam membersihkan reaksi inflamasi. Serangan migren dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
a. Fase aura; periode yang merupakan manifestasi sensori terutama gangguan penglihatan (cahaya menyilaukan), kesemutan, perasaan gatal pada wajah atau tangan, konfusi sedang, sedikit lemah pada ekstrimitas dan pusing. Fase ini dapat berlangsung lebih dari 30 menit. Ketika periode ini terjadi, aliran darah serebral berkurang keseluruh otak, dengan kehilangan autoregulasi lanjut dan kerusakan responsivitas CO2.
b. Fase sakit kepala; pada saat ini terjadi sakit kepala unilateral berat (2/3 dari pasien) dan berdenyut. Sering dihubungkan dengan fotofobia, mual dan muntah. Durasi dapat bervariasi, dari beberapa jam sampai sepanjang hari.
c. Fase pemulihan; periode kontraksi otot leher dan kulit kepala yang dihubungkan dengan sakit otot dan ketegangan local, muncul kelelahan, selama fase ini pasien dapat tidur untuk waktu yang panjang.

CLUSTER HEADACHE
Merupakan sakit kepala vaskuler yang umum terjadi pada pria. Serangan datang dalam bentuk menumpuk atau berkelompok dengan nyeri yang menyiksa pada lokasi mata dan lingkaran mata dan menyebar ke wajah dan daerah temporal. Nyeri diikuti mata berair dan sumbatan hidung. Salah satu teori menyatakan bahwa sakit kepala ini dihubungkan dengan dilatasi disekitar dan dekat arteri ekstrakranial. Sakit kepala ini mungkin ditimbulkan oleh alcohol, nitrit, vasodilator dan histamine.

ARTERITIS KRANIAL
Radang arteri cranial merupakan karakteristik sakit kepala yang berat yang terletak disekitar arteri temporalis. Arthritis cranial adalah salah satu penyebab sakit kepala pada populasi lansia yang umumnya terjadi pada usia diatas 70 tahun. Arteritis cranial merupakan gambaran pertahanan (imun) vaskulitis dimana imun kompleks ditumpuk pada dinding-dinding pembuluh darah yang terpengaruh, yang menghasilkan cedera pembuluh darah dan radang. Manifestasi yang muncul adalah kelelahan, lemah, kehilangan berat badan dan demam, sedangkan manifestasi klinis dihubungkan dengan radang adalah panas, merah, bengkak, nyeri tekan, atau nyeri diatas arteri yang sakit. Terkadang, nodul arteri temporalis nyeri tekan, bengkak atau dapat dilihat.

SAKIT KEPALA TEGANG
Stress fisik dan emosional dapat menyebabkan kontraksi otot-otot pada leher dan kulit kepala, yang menyebabkan sakit kepala karena tegang. Karakteristik sakit kepala mungkin menetap, perasaan tetap pada tekanan yang biasanya dimulai pada dahi, pelipis atau belakang leher. Sakit kepala tegang cenderung lebih banyak kronik daripada berat dan mungkin tipe yang paling biasa pada sakit kepala.

TUMOR OTAK
Tumor otak merupakan sebuah lesi yang terletak pada intracranial yang menempati ruang didalam tengkorak. Tumor-tumor selalu bertumbuh sebagai sebuah massa yang berbentuk bola tetapi juga dapat tumbuh menyebar, masuk kedalam jaringan. Neoplasma terjadi akibat dari kompresi dan infiltrasi jaringan. Akibat perubahan fisik bervariasi, yang menyebabkan beberapa atau semua kejadian patofisiologis sebagai berikut:
• Peningkatan tekanan intracranial dan edema serebral
• Aktivitas kejang dan tanda-tanda neurologis fokal
• Hidrosefalus
• Gangguan fungsi hipofisis
Tumor-tumor otak jarang bermetastase keluar system saraf pusat tetapi jejas metastase keotak biasanya dari paru-paru, payudara, saluran gastrointestinal bagian bawah, pancreas, ginjal dan kulit (melanoma). Pada usia dewasa, tumor otak banyak dimulai dari sel glia (sel glia membuat struktur dan mendukung system otak dan medulla spinalis) dan merupakan supratentorial (terletak diatas penutup serebelum).
Klasifikasi tumor otak:
a) Tumor yang muncul dari pembungkus otak, seperti meningioma dura.
b) Tumor yang berkembang didalam atau diatas saraf cranial, seperti neuroma akustik.
c) Tumor yang berasal didalam jaringan otak, seperti pada jenis glioma.
d) Lesi metastatic yang berasal dari bagian tubuh lainnya.
Tumor Spesifik
1. Glioma
Terjadi pada neoplasma otak yang jumlahnya kira-kira 45% dari semua tumor otak. Tumor ini biasanya tidak bisa dibuang secara total, karena tumor menyebar dengan infiltrasi kedalam sekitar jaringan saraf.
2. Adenoma
Tumor hipofisis meyebabkan gejala-gejala akibat tekanan pada sekitar struktur atau terjadi perubahan hormone (hiperfungsi dan hipofungsi). Tekanan dari adenoma hipofungsi mungkin mendesak saraf-saraf optic, khiasma optic atau saluran optic atau diatas hypothalamus atau pada ventrikel ketiga bila tumor-tumor menyerang sinus kavernosa atau meluas kedalam tulang sphenoid. Tekanan mengakibatkan sakit kepala, gangguan fungsi penglihatan, gangguan hypothalamus (gangguan tidur, nafsu makan, suhu dan emosi), peningkatan TIK dan pembesaran serta erosi sella tursika. Selain itu dapat terjadi pula efek hormonal (berkaitan dengan fungsi hipofisis yang sesungguhnya).
3. Angioma
Adalah pembesaran massa pada pembuluh darah abnormal yang didapat didalam atau diluar daerah otak. Angioma dapat terjadi tanpa memunculkan gejala, kadang diagnose memberi kesan dengan adanya angioma yang lain dibeberapa tempat dalam kepala atau dengan sebuah bruit (suara abnormal) terdengar sampai di tengkorak. Penderita angioma beresiko mengalami stroke (cedera vascular serebral) karena dinding pembuluh darah pada angioma tipis.
4. Neuroma akustik
Neuroma akustik adalah sebuah tumor pada saraf cranial kedelapan (saraf untuk pendengaran dan keseimbangan). Pasien biasanya mengalami kehilangan pendengaran, tinnitus dan episode vertigo dan gaya berjalan sempoyongan. Akibat tumor menjadi membesar, sensasi nyeri pada wajah dapat terjadi pada sisi wajah yang sama, sebagai hasil dari tekanan tumor pada saraf cranial kelima.

Karena fungsi-fungsi dari bagian-bagian berbeda dari otak yang tidak diketahui lokasi tumor dapat ditentukan, pada bagiannya, dengan mengidentifikasi fungsi yang dipengaruhi oleh adanya tumor.
1. Tumor Korteks motorik; kejang yang terletak pada satu sisi tubuh (kejang Jacksonian)
2. Tumor lobus oksipital; gangguan visual, hilangnya penglihatan pada setengah lapang pandang pada sisi yang yang berlawanan dari tumor (hemianopsia homonimus kontralateral) dan halusinasi penglihatan.
3. Tumor serebelum; menyebabkan pusing, ataksia dengan kecenderungan jatuh kesisi yang lesi, otot-otot tidak terkoordinasi dan nistagmus biasanya menunjukkan gerakan horizontal.
4. Tumor lobus frontal; menyebabkan gangguan kepribadian, perubahan status emosional dan tingkah laku dan disintegrasi perilaku mental. Pasien menjadi ekstrem, tidak teratur, kurang merawat diri dan menggunakan bahasa cabul.
5. Tumor sudut serebroplantin; diawali dengan tinnitus dan vertigo dan diikuti dengan kerusakan fungsi pendengaran, kemudian muncul kesemutan dan gatal-gatal pada wajah dan lidah, selanjutnya terjadi kelemahan atau paralisis dan akhirnya terjadi abnormalitas pada fungsi motorik.
Beberapa tumor tidak selalu mudah ditemukan lokasinya karena tumor-tumor tersebut berada pada daerah tersembunyi (silent areas) dari otak.

MENINGITIS
Meningitis adalah radang pada meningen (membrane yang mengelilingi otak dan medulla spinalis) dan disebabkan oleh virus, bakteri atau organ-organ jamur. Meningitis selanjutnya diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Meningitis Bakterial (Meningitis sepsis)
Sering terjadi pada musim dingin, saat terjadi infeksi saluran pernafasan. Jenis organisme yang sering menyebabkan meningitis bacterial adalah streptokokus pneumonia dan neisseria meningitis.
Meningococal meningitis adalah tife dari meningitis bacterial yang sering terjadi pada daerah penduduk yang padat, spt: asrama, penjara.
Klien yang mempunyai kondisi spt: otitis media, pneumonia, sinusitis akut atau sickle sell anemia yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadi meningitis. Fraktur tulang tengkorang atau pembedahan spinal dapat juga menyebabkan meningitis. Selain itu juga dapat terjadi pada orang dengan gangguan sistem imun, spt: AIDS dan defisiensi imunologi baik yang congenital ataupun yang didapat.

2. Meningitis Virus (Meningitis aseptic)
Meningitis virus adalah infeksi pada meningin; cenderung jinak dan bisa sembuh sendiri. Virus biasanya bereflikasi sendiri ditempat terjadinya infeksi awal (misalnya sistem nasofaring dan saluran cerna) dan kemudian menyebar kesistem saraf pusat melalui sistem vaskuler.
Ini terjadi pada penyakit yang disebabkan oleh virus spt: campak, mumps, herpes simplek dan herpes zoster.
Virus herpes simplek mengganggu metabolisme sel sehingga sell cepat mengalami nekrosis. Jenis lainnya juga mengganggu produksi enzim atau neurotransmitter yang dapat menyebabkan disfungsi sel dan gangguan neurologic.

3. Meningitis Jamur
Meningitis Cryptococcal adalah infeksi jamur yang mempengaruhi sistem saraf pusat pada klien dengan AIDS.
Respon inflamasi yang ditimbulkan pada klien dengan menurunnya sistem imun antara lain: bisa demam/tidak, sakit kepala, mual, muntah dan menurunnya status mental.

Etiologi meningitis dapat dikelompokkan sesuai dengan klasifikasi meningitis:
1. Bakteri; Haemophilus influenza, Neisseria meningitis (meningococcal), Diplococcus pneumonia (pneumococcal), Streptococco, group A, Staphylococus aureus, Escherichia coli, Kliebsiela, Proteus, Pseudomonas.
2. Virus; Abses otak, Encephalitis, Limfoma, Leukemia atau darah diruang subarachnoid.
3. Jamur
Sedangkan faktor predisposisi dari meningitis bacterial adalah; trauma kepala, infeksi sistemik, infeksi post operasi, infeksi meningeal, gangguan anatomic dan penyakit sistemik lainnya.

Manifestasi klinis yang muncul pada meningitis adalah; sakit kepala dan demam, nyeri punggung, kaku leher, mual, muntah, perubahan tingkat kesadaran, rigiditas nukal, tanda kernig positif, tanda babinski positif, fotofobia, kejang dan peningkatan tik, ruam pada kulit.

SKLEROSIS MULTIPLE
Merupakan keadaan kronis, penyakit system saraf pusat degenerative dikarakteristikan oleh adanya bercak kecil demielinasi pada otak dan medulla spinalis. Demielinasi menunjukkan kerusakan pada myelin. Penyebab SM tidak diketahui, walaupun beberapa bentuk infeksi virus mungkin merupakan mekanisme awal, namun respon imun yang tidak efektif diperkirakan mempunyai peranan utama dalam pathogenesis SM.
Pada SM, myelin hilang dari silinder aksis dan akson itu sendiri berdegenerasi, adanya plak atau potongan kecil pada daerah yang terkena menyebabkan sklerosis, terhentinya alur impuls saraf dan menghasilkan bervariasinya manifestasi yang bergantung pada saraf-saraf yang terkena. Daerah yang sering terkena adalah saraf optic, khiasma, traktus, serebrum, batang otak, serebelum, dan medulla spinalis.
Manifestasi klinis pada SM bervariasi dan banyak. Gejala primer yang paling banyak dilaporkan adalah kelelahan, lemah, kebas, kesukaran koordinasi, dan kehilangan keseimbangan. Gangguan penglihatan akibat adanya lesi pada saraf optic atau penghubungnya dapat mencakup penglihatan kabur, diplopia, kebutaan parsial (skotoma) dan kebutaan total.

STROKE
Adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah kebagian otak. Stroke terjadi akibat sumbatan pada arteri yang disebabkan oleh thrombus dan emboli. Selain itu juga karena perdarahan yang disebabkan karena hipertensi, ruptur aneurysm atau arteriovenous malformation (AVM)

Klasifikasi Stroke
1. Klasifikasi stroke menurut patologi dan gejala kliniknya:
a. Stroke hemoragik
Perdarahan intraserebral yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak. Perdarahan terjadi didalam jaringan otak atau pada tempat-tempat tertentu dalam otak, spt: ventricular, subdural dan subarachnoid. Biasanya kejadiannya saat melakukan aktifitas namun bisa juga terjadi saat istirahat. Kesadaran pasien umumnya menurun.
b. Stroke non hemoragik
Dapat berupa iskemia, emboli dan trombosis serebral. Biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau dipagi hari. Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder. Kesadaran pasien umumnya baik.

2. Menurut perjalanan penyakit:
a. TIA (Trans Iskemic Attack)
Merupakan gangguan neurologis fokal yang timbul mendadak dan menghilang dalam beberapa menit sampai beberapa jam.
b. Stroke Progresif (Stroke yang sedang berkembang)
Perjalanan stroke berlangsung perlahan meskipun akut
c. Stroke komplit
Gangguan neurologis maksimal sejak awal serangan dengan sedikit perbaikan

Faktor resiko pada penyakit stroke antara lain;
1. Modifiable (Yang dapat diubah)
- Obesitas
- Hipercolesterolemia
- Merokok, terutama pada pasien yang menggunakan kontrasepsi oral
- Stres emosional
- Prior transient ischemic attacks (TIAs)
- Embolic heart disease
- Diabetes militus
- Atherosklerotik pembuluh darah intrakranial dan ekstrakranial
- Hipertensi
- Polisitemia
- Atrial fibrillation
- Hipertropi ventrikel kiri
- Gangguan arteri coronaria, CHF
- Pengguna cocain, alcohol

2. Non Modifiable (Yang tidak dapat diubah)
- Jenis kelamin
- Umur
- Ras
- Keturunan

Tanda dan gejala yang muncul pada stroke yang tampak dengan TIA sangat tergantung pada pembuluh darah yang terkena.
1. Jika arteri karotis dan serebral yang terkena
- Kebutaan pada satu matanya
- Hemiplegi
- Hemianestesia
- Gangguan bicara
- Kekacauan mental
2. Jika yang terkena arteri vertebrobasiler
- Pening
- Diplopia
- Semutan
- Kelainan penglihatan pada salah satu atau kedua bidang pandang
- Disatria

3. Jika dilihat dari bagian hemisfer yang terkena
Stroke hemisfer kiri
- Hemiparesis atau hemiplegia sisi kanan
- Prilaku lambat dan sangat hati-hati
- Kelainan bidang pandang kanan
- Ekspresif, reseptif atau dispagia global
- Mudah frustasi

Stroke hemisfer kanan
- Hemifaresis atau hemiplegia sisi kanan
- Defisit spasial-perseptual
- Penilaian buruk
- Memperlihatkan ketidaksadaran defisit pada bagian yang sakit oleh karenanya mempunyai kerentanan untuk jatuh atau cidera lainnya
- Kelainan bidang visual kiri

Jika terjadi hambatan aliran darah kesetiap bagian otak baik karena thrombus atau embolus, maka mulai terjadi kekurangan oksigen kejaringan otak. Kekurangan selama 1 menit dapat mengarah pada gejala-gejala yang dapat pulih, seperti kehilangan kesadaran. Kekurangan oksigen dalam waktu yang lebih lama dapat menyebabkan nekrosis mikroskopik neuron-neuron. Area nekrotik kemudian disebut infark.

Kekurangan oksigen pada awalnya mungkin hanya mengakibatkan iskemia umum karena kesulitan bernafas. Jika sel saraf hanya mengalami iskemia belum terjadi nekrosis masih mungkin untuk diselamatkan dengan tindakan yang tepat dan sesuai.

Pada stroke trombolitik dan emboli daerah infark dan iskemia sangat sulit untuk dipastikan. Ada kemungkinan atau peluang terjadinya perluasan setelah serangan pertama. Dapat terjadi proses edema yang yang cepat dan peningkatan intrakranial dan herniasi. Selanjunya kematian setelah terjadi kerusakan yang luas. Karena stroke trombolik ini sering sebagai akibat dari aterosklerosis maka sangat mungkin untuk terjadi serangan lanjutan atau kambuh dimasa datang.
Komplikasi yang dapat terjadi pada stroke adalah; Hipoksia serebral dan penurunan aliran darah serebral. Selain itu, komplikasi utama pada hemoragik subarakhnoid yang disebabkan oleh stroke, kelainan bentuk pembuluh darah atau aneurisme adalah:
1. Vasospasme
2. Hidrosephalus
3. Disritmia
4. Perdarahan ulang
5. Peningkatan tekanan intrakranial

MASALAH PADA SISTEM MUSKULOSKELETAL

Thursday, April 30th, 2009

System musculoskeletal meliputi tulang, persendian, otot, tendon dan bursa. Masalah yang berhubungan dengan struktur ini sangat sering terjadi dan mengenai semua kelompok usia. Masalah system musculoskeletal biasanya tidak mengancam jiwa, namun mempunyai dampak yang bermakna terhadap aktivitas dan produktivitas penderita.

FRAKTUR

Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Kekuatan dan sudut dari tenaga tersebut, keadaan tulang, dan jaringan lunak disekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap (seluruh tulang patah) atau tidak lengkap (tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang) (Price,2006). Sedangkan, Matassrin (1997) mendefinisikan fraktur sebagai terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang normal, terjadi ketika tekanan yang berlebihan mengenai tulang dan tidak bisa diredam. Biasanya hal ini juga menimbulkan cedera jaringan lunak sekitarnya seperti kulit, jaringan subkutan, otot, pembuluh darah, syaraf, ligamen, dan tendon. Fraktur terjadi ketika tulang mendapatkan energi kinetik yang lebih besar dari yang dapat tulang serap. Fraktur itu sendiri dapat muncul sebagai akibat dari berbagai peristiwa diantaranya pukulan langsung, penekanan yang sangat kuat, puntiran, kontraksi otot yang keras atau karena berbagai penyakit lain yang dapat melemahkan otot. Pada dasarnya ada dua tipe dasar yang dapat menyebabkan terjadinya fraktur, kedua mekanisme tersebut adalah: mekanisme direct force (dimana energi kinetik akan menekan langsung pada atau daerah dekat fraktur) dan mekanisme indirect force (energi kinetik akan disalurkan dari tempat terjadinya tekanan ke tempat dimana tulang mengalami kelemahan). Fraktur tersebut akan terjadi pada titik atau tempat yang mengalami kelemahan. Pada saat terjadi fraktur periosteum, pembuluh darah, sumsum tulang dan daerah sekitar jaringan lunak akan mengalami gangguan. Sementara itu perdarahan akan terjadi pada bagian ujung dari tulang yang patah serta dari jaringan lunak (otot) terdekat. Hematoma akan terbentuk pada medularry canal antara ujung fraktur dengan bagian dalam dari periosteum. Jaringan tulang akan segera berubah menjadi tulang yang mati. Kemudian jaringan nekrotik ini akan secara intensif menstimulasi terjadinya peradangan yang dikarakteristikan dengan terjadinya vasodilatasi, edema, nyeri, hilangnya fungsi, eksudasi dari plasma dan leukosit serta infiltrasi dari sel darah putih lainnya. Proses ini akan berlanjut ke proses pemulihan tulang yang fraktur tersebut.

Klasifikasi Fraktur Berdasarkan hubungan dengan dunia luar

1. Fraktur tertutup

Fraktur sederhana dengan kondisi kulit sekitar fraktur tetap utuh, tulang tidak menusuk kulit

2. Fraktur terbuka

Terjadi perlukaan didaerah fraktur sehingga terjadi kontak dengan dunia luar. Terdapat 3 grade:

- Grade I : Luka kecil < 1 cm, dengan kontaminasi Minimal/ luka bersih

- Grade II : Luka > 1 cm, kerusakan jaringan lunak dan kontaminasi sedang

- Grade III : Luka lebih besar antara 6-8 cm dengan Kerusakan pada syaraf dan tendon dan kontaminasinya berat

Berdasarkan pola fraktur

1. Fraktur linear

Fraktur yang garis patahnya utuh. Bisa transverse atau oblique. Terjadi karena kekuatan yang minimal atau sedang.

2. Fraktur Oblique

Fraktur yang garis patahnya membentuk sudut ( 45 ) terhadap tulang. Fraktur oblique biasanya dihasilkan oleh kekuatan yang memutar

3. Fraktur Longitudinal

Fraktur yang garis patahnya memanjang

4. Fraktur Transversal

Fraktur yang garis patahnya tegak lurus terhadap sumbu panjang tulang. Fraktur ini bisa terjadi pada klien dengan gangguan tulang, seperti: Paget’s disease, osteomalacia, osteogenesis imperfecta

5. Fraktur Spiral Timbul akibat torsi pada ekstermitas.

Fraktur ini biasanya karena kekuatan yang memutar dengan dorongan keatas.

Berdasarkan tipe fraktur

1. Avulsion fracture

Fraktur avulsi memisahkan 1 fragmen tulang pd tempat insersi tendon/ ligamen

2. Compression fracture

Fraktur kompresi dihasilkan karena beban berat yang menekan tulang. Akibat asteoporosis sehingga terjadi fraktur kompresi vertebral.

3. Communited fracture

Lebih dari satu garis fracture, fragmen tulang pecah, terpisah-pisah dalam berbagai serpihan

4. Greenstick fracture

Fraktur pada sebagian fragmen tulang dan sebagian lain tetap utuh

5. Impacted fracture

Sebagian fragmen tulang menusuk sebagian fragmen lain

6. Pathologic fracture

Terjadi karena kerusakan didalam tulang seperti neoplasma, osteoporosis

7. Stress (fatique) fracture

Berdasarkan Eponym

1. Colles’ Fracture

Jarak bagian distal fraktur +/- 1 cm dari permukaan sendi

2. Pott’s fracture

Fraktur yang terjadi dibagian medial malleolus tibia dan fibula dan sering terjadi ruptur di ligamen lateral interna. Kerusakan serius bila terjadi di persendian tibiofibular

Berdasarkan lokasi anatomic

1. Articular fracture Meliputi permukaan sendi

2. Extracapsular fracture Dekat sendi tetapi tidak masuk kedalam kapsul sendi

3. Intracasular fracture Didalam kapsul sendi

4. Epiphyseal fracture Terjadi kerusakan pada pusat ossifikasi

DISLOKASI DAN SUBLOKASI

Sublokasi adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan adanya deviasi hubungan normal antara tulang rawan yang satu dengan yang lainnya yang masih menyentuh berbagai bagian pasangannya. Jika kedua bagian ini sudah tidak menyinggung satu dengan yang lainnya maka disebut dislokasi.

OSTEOMIELITIS

Adalah infeksi jaringan tulang yang dapat terjadi secara akut maupun kronik. Bentuk akut dicirikan dengan adanya awitan demam sistemik maupun manifestasi local yang berjalan dengan cepat. Pada orang dewasa, osteomielitis dapat diawali oleh bakteri dalam aliran darah, namun biasanya akibat kontaminasi jaringan saat cedera atau operasi. Sedangkan osteomielitis kronis adalah akibat dari osteomielits akut yang tidak ditangani dengan baik. Osteomielitis sangat resisten terhadap pengobatan dengan antibiotika. Menurut teori hal ini disebabkan oleh karena sifat korteks tulang yang tidak memiliki pembuluh darah. Tidak cukup banyak antibody yang dapat mencapai daerah yang terinfeksi tersebut. Infeksi tulang sangat sulit untuk dibasmi, bahkan tindakan drainase dan debridement, serta pemberian antibiotika yang tepat sering tidak cukup untuk menghilangkan penyakit.

TUMOR SISTEM MUSKULOSKELETAL

1. TUMOR JINAK

OSTEOMA

Merupakan lesi tulang yang bersifat jinak dan ditandai oleh pertumbuhan tulang yang abnormal. Osteoma klasik berwujud sebagai suatu benjolan yang tumbuh dengan lambat, tindak nyeri. Pada pemeriksaan radiografi, osteoma perifer tampak sebagai lesi radiopak yang meluas dari permukaan tulang; osteoma sentral tampak sebagai suatu massa sklerotik.

KONDROBLASTOMA

Merupakan tumor jinak yang jarang ditemukan dan biasanya paling sering menyerang anak laki-laki yang berusia remaja. Tumor ini secara unik ditemukan pada epifisis, tempat yang paling sering terserang adalah tulang humerus. Gejala seringkali berupa nyeri sendi yang timbul dari jaringan tulang.

ENKONDROMA

Disebut juga sebagai kondroma sentral, merupakan tumor jinak sel-sel rawan displastik yang timbul pada metafisis tulang tubular, terutama pada tangan dan kaki. Tumor berkembang selama masa pertumbuhan pada anak dan remaja. Keadaan ini meningkatkan kemungkinan terjadinya fraktur patologis.

TUMOR SEL RAKSASA

Sifat khas dari tumor sel raksasa adalah adanya stroma vaskuler dan seluler yang terdiri dari sel-sel berbentuk oval yang mengandung sejumlah neukleus lonjong, kecil dan gelap. Pada jenis yang ganas tumor ini menjadi anaplastik dengan daerah-daerah nekrosis dan perdarahan. Tumor- tumor sel raksasa terutama terjadi pada orang dewasa muda dan lebih banyak pada wanita. Tempat-tempat yang biasa diserang adalah ujung-ujung tulang panjang, terutama lutut dan ujung bawah radius. Gejala yang tersering adalah nyeri dan keterbatasan gerakan sendi dan kelemahan.

2. TUMOR GANAS

MULTIPLE MIELOMA

Merupakan tumor ganas yang sering terjadi pada tulang dan terjadi akibat proliferasi ganas dari sel-sel plasma. Gejala yang paling sering muncul adalah nyeri tulang dan lokasi nyeri seringkali pada tulang iga dan tulang belakang. Lesi-lesi pada tulang punggung dapat menyebabkan vertebra kolaps dan kadang-kadang menjepit saraf spinal.

SARKOMA OSTEOGENIK

Disebut juga osteosarkoma; neoplasma tulang primer yang sangat ganas yang tumbuh di bagian metafisis tulang. Tempat yang paling sering terserang tumor ini adalah bagian ujung dari tulang panjang, terutama lutut. Nyeri yang menyertai destruksi tulang dan erosi tulang adalah gejala umum dari penyakit ini. Keganasan ini dapat menghasilkan pertumbuhan tulang yang bersifat abortif. Gangguan seperti ini pada radiogram akan terlihat sebagai suatu ‘sunburst’ (pancaran sinar matahari).

KONDROSARKOMA

Kondrosarkoma merupakan tumor tulang ganas yang terdiri dari kondrosit anaplastik yang dapat tumbuh sebagai tumor tulang perifer atau sentral. Gejala yang paling sering adalah massa tanpa nyeri yang berlangsung lama. Tempat-tempat yang serng ditumbuhi tumor ini adalah pelvis, femur, tulang iga, gelang bahu dan tulang-tulang kraniofasial. Pada radiogram, kondrosarkoma akan tampak sebagai suatu daerah radiolusen dengan bercak-bercak perkapuran yang tidak jelas.

SARKOMA EWING

Sarcoma Ewing paling sering terlihat pada anak-anak dalam usia belasan dan tempat yang paling sering adalah korpus tulang-tulang panjang. Dibawah periosteum terbentuk lapisan-lapisan tulang yang baru diendapkan parallel dengan batang tulang sehingga membentuk gambaran serupa kulit bawang. Manifestasi yang khas adalah nyeri, benjolan nyeri tekan, demam dan leukositosis.

OSTEOARTRITIS

Osteoarthritis adalah gangguan pada sendi yang bergerak yang paling umum terjadi . Penyakit ini bersifat kronik, berjalan progresif lambat, tidak meradang dan ditandai oleh adanya deteriorasi dan abrasi rawan sendi dan adanya pembentukan tulang baru pada permukaan persendian. Berdasarkan factor-faktor penyebab, penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita. Kondrosit adalah sel yang tugasnya membentuk proteoglikan dan kolagen pada rawan sendi. Dengan alasan-alasan yang masih belum diketahui, sintesis proteoglikan dan kolagen meningkat tajam pada osteoarthritis. Tetapi substansi ini juga dihancurkan dengan kecepatan yang lebih tinggi, sehingga pembentukan tidak mengimbangi kebutuhan. Sejumlah kecil kartilago tipe I menggantikan tipe II yang normal, sehingga terjadi perubahan pada diameter dan orientasi serat kolagen yang mengubah biomekanika dari cartilage. Rawan sendi kemudian kehilangan sifat komprebilitasnya yang unik. Walaupun penyebab sebenarnya dari osteoarthritis tidak diketahui, tetapi kelihatannya proses penuaan ada hubungannya dengan kondrosi, menimbulkan perubahan pada komposisi rawan sendi yang mengarah pada perkembangan osteoarthritis. Factor-faktor yang berperan pada penyakit ini adalah factor genetic, hormone seks dan hormone-hormon lainnya. Sendi yang paling sering terserang adalah sendi-sendi yang harus memikul beban tubuh, antara lain lutut, panggul, vertebra lumbal dan servikal dan sendi falang distal dan proksimal. Pada arthritis reumathoid, sendi falang proksimal dan sendi metacarpal keduanya terserang, namun sendi interfalang distal tidak terlibat. Osteoarthritis terutama menyebabkan perubahan biomekanika dan biokimia didalam sendi, seringkali terjadi pula sinovitis tetapi osteoarthritis bukanlah penyakit peradangan. Manifestasi klinis yang muncul adalah nyeri sendi terutama saat sendi bergerak atau menanggung beban, keterbatasan gerakan, nyeri tekan local, pembesaran tulang disekitar sendi, sedikit efusi sendi dan krepitasi

ARTRITIS REUMATOID

Merupakan gangguan kronik yang menyerang berbagai system organ dan adalah salah satu dari sekelompok penyakit jaringan ikat difus yang diperantarai oleh imunitas dan tidak diketahui penyebabnya. Penyakit ini lebih banyak diderita oleh wanita dimana insidensi meningkat bersamaan dengan penambahan usia. Penyebab arthritis rheumatoid masih belum diketahui walaupun banyak hal mengenai patogenesisnya telah terungkap. Destruksi jaringan sendi terjadi melalui dua cara. Pertama adalah destruksi pencernaan oleh produksi protease, kolagenase dan enzim-enzim hidrolitik lainnya. Enzim-enzim ini memecah kartilago, ligament, tendon dan tulang pada sendi serta dilepaskan bersama-sama dengan radikal oksigen dan metabolit asam arakidonat oleh leukosit polimorfonuklear dalam cairan synovial. Proses ini diduga adalah bagian dari respon autoimun terhadap antigen yang diproduksi secara local. Gambaran klinis sangatlah bervariasi dan tidak harus timbul secara sekaligus, antara lain gejala konstitusional (lelah, anoreksia, berat badan menurun dan demam), poliartritis simetris , kekakuan dipagi hari selama 1 jam, arthritis erosive, deformitas (kerusakan struktur penunjang sendi meningkat dengan perjalanan penyakit, nodul-nodul rematoid (massa subkutan yang ditemukan pada sekitar sepertiga orang dewasa penderita (umumnya terjadi di olekranon atau sepanjang permukaan ekstensor), dan manifestasi ekstra-artikular (jantung-perikarditis, paru-paru-pleuritis, mata dan kerusakan pembuluh darah.

GOUT

Gout merupakan istilah yang dipakai untuk sekelompok gangguan metabolic, sekurang-kurangnya ada Sembilan gangguan, yang ditandai oleh meningkatnya konsentrasi asam urat (hiperurisemia). Gout dapat berupa primer; akibat langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan/penurunan ekskresi asam urat, dan sekunder; karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat-obatan tertentu. Gout jarang ditemukan pada perempuan, sekitar 95%kasus adalah pada laki-laki. Terdapat empat tahap perjalanan klinis dari penyakit gout yang tidak diobati. Tahap pertama adalah hiperurisemia asimtomatik (peningkatan nilai asam urat 9-10 mg/dl), pada tahap ini tidak muncul gejala-gejala. Tahap kedua adalah artitis gout akut, terjadi awitan mendadak pembengkakan dan nyeri yang luar biasa (pada sendi ibu jari kaki dan sendi metatarsofalangeal. Tahap ini biasanya mendorong pasien untuk mencari pengobatan segera, serangan gout akut biasanya pulih tanpa pengobatan, tetapi dapat memakan waktu 10 sampai 14 hari. Perkembangan dari serangan akut gout umumnya mengikuti serangan peristiwa yang diawali dengan hipersaturasi dari urat plasma dan cairan tubuh, selanjutnya penimbunan didalam dan sekeliling sendi-sendi. Mekanisme terjadinya kristalisasi urat setelah keluar dari serum masih belum jelas dimengerti serangan gout seringkali terjadi sesudah trauma local atau rupture tofi (timbunan natrium urat), yang mengakibatkan peningkatan cepat konsentrasi asam urat local. Tubuh mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan ini dengan baik, sehingga terjadi pengendapan asam urat diluar serum. Kristalisasi dan penimbunan asam urat akan memicu serangan gout. Kristal-kristal asam urat memicu respons fagositik oleh leukosit, sehingga leukosit memakan Kristal-kristal urat dan memicu respons peradangan lainnya. Respons peradangan ini dapat dipengaruhi oleh lokasi dan banyaknya timbunan Kristal asam urat. Reaksi peradangan dapat meluas dan bertambah sendiri, akibat dari penambahan timbunan Kristal serum. Tahap ketiga setelah serangan gout akut adalah tahap interkritis. Tidak terdapat gejala pada masa ini yang dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai beberapa tahun. Tahap keempat adalah tahap gout kronik, dengan timbunan asam urat yang terus bertambah dalam beberapa tahun jika pengobatan tidak dimulai. Peradangan kronik akibat Kristal-kristal asam urat mengakibatkan nyeri, sakit dan kaku, juga penonjolan dan pembesaran sendi yang bengkak. Tofi terbentuk pada masa gout kronik akibat insolubilitas relative asam urat. Lokasi yang sering dihinggapi tofi adalah bursa olekranon, tendon Achilles, permukaan ekstensor lengan bawah, bursa infrapatelar dan heliks telinga. Gout dapat merusak ginjal, sehingga ekskresi asam urat akan bertambah buruk. Kristal-kristal asam urat dapat terbentuk dalam interstitium medulla, papilla dan pyramid sehingga timbul proteinuria dan hipertensi ringan. Batu ginjal asam urat juga dapat terbentuk sebagai akibat sekunder dari gout.

REFERENSI

Black and matasarin Jacobs. (1997). Medical Surgical Nursing : Clinical management for continuity of care. (Edisi V). Philadelphia: Wb Sounders Company.

Brunner & Suddarth. (2002). Keperawatan Medikal Bedah. (Edisi VIII). Jakarta: EGC.

Price, Sylvia Anderson. (2006). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. (Edisi VI). Jakarta: EGC.

15 biji

Thursday, April 30th, 2009
semalam x g kampus pon. meghabiskan masa seharian teman mak g folw up check up kat HSI. appointment

Home Births and Swine Flu

Thursday, April 30th, 2009

Ohh, I hate it when advocacy groups manipulate public fear for their own agenda.  They always lose credibility in my eyes when this happens.  Case in point:  Swine Flu (oops, I mean H1N1 virus, silly me) and home births.

Don’t start bashing me yet mommies.  I am not against home births.  I believe with all my heart that birth is normal.  There is no reason a healthy woman with no risk factors should not be able to deliver at home with a competent provider.  I  always feel a tad bit jealous when I see pictures of other mom’s home birth experiences.  They always look so rapturous and amazing.

But, using the Swine Flu ( I mean H1N1 virus, darn’it) to promote the agenda of home births makes me a little crazy.  As quoted from the link:

Colette Bernhard, Vice President of Illinois Families for Midwifery, explained:

Hospitals filled to capacity with flu patients are unsafe and inaccessible places for healthy women to deliver their babies….legal and reimbursement barriers at the state and federal level prevent far too many Certified Professional Midwives, who already have the necessary training and equipment, to utilize their services to the fullest. Given the very real possibility of a flu pandemic, the need to fully incorporate CPMs into our health care system could not be more urgent.

Colette please.  I respect your passion for home births, but do not tie it in with the Swine Flu (H1N1 virus, H1N1 virus, H1 N1 virus, repeat ten times and maybe I’ll remember). Seriously, if we are talking pandemics of hospitals filled to capacity with dying flu patients, all bets are off.  The more likely scenario is that these pregnant mom’s would be filling up the hospital beds sick with the flu themselves.  Remember people, pregnant women are one of the most vulnerable  members of the population to become very sick and die from the flu (cdc).  They would more likely catch the flu from living their everyday lives, riding the subway, picking up older siblings from school, grocery shopping etc, then from catching it in the hospital during labor.  Let’s get real.

Go ahead and fight the good fight for home births based on women’s rights, safety, family etc.  But please don’t add to the unneeded hysteria of this overblown epidemic.

RR

Hanging around the carpark (Cycle 4. Day 1)

Thursday, April 30th, 2009
I was telling the mango Princess the other day that I think I have finally found a way to summarise how this infertility feels. Imagine driving into yours local shopping center carpark and you drive around and around for ages looking for a spot. Its very frustrating as you never seem to find one. Then you notice other people entering the car park and you notice cars pulling out of parking spots, but you are in the wrong place and someone else is always closer so they grab the spot. Fair enough, they were closer, they didn’t know you have been here a while and its “fair” that you get a spot, that’s the way the cookie crumbles. I guess it get tiring looking for a spot after 847 days of trying
 
Besides, if nothing else, there is a good feeling around the mothership about this cycle, so you may as well get in from the ground level. (You can all say - yes - we knew about Prime Minister / Secretary General / Lord / President / NJ Devils goalkeeper Mango Prince(ss) right from the get go, so keep this post)
 
So today is day 1 of cycle 4! The princess and  I spent a day at the Dr last week clearing the ground work. Basic scans, jabs, more jabs, another scan, getting a doctor to send through other scans. My participation factor in all of this was driving the car to the Dr’s and I think I bought lunch. I shift into pit crew mode at these times. I don’t physically get my bits checked out or my arse, guts and bum jabbed in this process so to pull my weight in this exercise I ramp up on driving support, dinner cooking,  joke making, hug distribution and anything else I can do. My big role is CNO - chief needle officer. Have needle, will jab.
 
So, Mango got the call today from our assigned nurse to say YOU ARE ON, CLEARED FOR TAKEOFF, BLASTOFF, EGGOFF, Stroganoff? anyway….. All system go, all paperwork cleared, we have warmed up the spreadsheets (we are sad trackers of many things in life) , labelled a new file in the filing cabinet and finally, prepared the drugs, sharps bin, needles on the counter ready for Ms Mango’s arrival from acupuncture tonight.
 
This cycle will be a little different from previous attempts. So a bit of background for you, I cant explain technically, so you sort of get a bloke speak version. The 1st cycle used a drug called Lupron to put everything in a holding pattern so eggs didn’t go flying all over the shop while she ramped up the eggs on the follicle stimulant drugs (stims). When the eggs were deemed of Easter eggs size (this is not a 100% true statement) we jabbed away with another drug and 36 hrs later Mango went in for egg retrieval. Think of it as putting the hand brake on the car, revving the hell out of it in neutral, then dropping it into gear and releasing the hand brake at the same time.
 
We tried this method on the 1st 2 cycles. The good news is that we got a reasonable egg retrieval both times (between 15 and 11 eggs) , even though we never made it the whole way to the baby shower. The other good news is that Mango was below her E2 limits (you still with me?) during these cycles. For the uninitiated, if you go above your safe operating E2 level, they shut down the cycle, turn the lights out, pack up the caravan, wrap you in cotton wool  and leave you with organs that start to cook a little bit. Not great.
 
In cycle 3 we tried something different. No hand brake, double the level of stimulants, BAM, lets go nuts. Pump those follicles! Result? About the same level of mature eggs as before, even though we seemed to show more follicles through the stim process. We also topped out on the E2 levels, so a bit riskier for not great additional benefit …. so to cycle 4….
 
This time we are going back on the Lupron but we are using it differently (don’t ask me how, its just a different brew of the stuff we got from the FedEx dude) and we are trying a “slow roast” approach - not as much stimulant each day so probably a longer cycle. Hopefully, this will give us a similar numbers (or more!!!) good mature eggs. Egg quality is the name of the game at this stage folks. (well it is at all stages)
 
Ok viewers, Enough for tonight, we got the 1st shot jabbed away since I started writing this tonight. We do another 4 shots tomorrow. 2 of the Lupron  (morning and evening) and 2  stims tomorrow as well. Not much to report (hopefully - assuming we don’t screw it up!) until Sunday when the daily scans start.